Profil Diri Putri Octa R 1C1220120
Aloo perkenalkan nama aku Putri Octa Rosmayanti tapi seringkali orang orang memanggilku dengan sebutan yang beragam huftt.. bisa panggil aku mput, bocil, peo, puput, octa, octorus, pitak. Tetapi yang terakhir itu lebih ke ngejek sih wkwk. Aku lahir di Bandung, 22 oktober 2003, yap betul bulan ini usiaku genap 21 tahun, tapi terkadang orang orang ga percaya karena aku kecil terus pendek juga(. Aku tinggal di Bandung tepatnya di Cicalengka. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Ikopin University jurusan S1 Manajemen. Bisa dibilang aku mahasiswa kupu-kupu karena ada beberapa alasan, mungkin alasan pertama merasa cape karena setiap hari aku harus bolak-balik Cicalengka-Jatinangor untuk kuliah. Jaraknya yang cukup jauh membuat aku merasa cape harus kejar kejaran sama tugas. Kedua, izin dari orang tua agak susah karena mereka khawatir bilamana pulang kemaleman rawan diperjalanan. Mungkin masih ada beberapa alasan tetapi disemester ini aku sudah mengantongi izin dari orangtua untuk mengikuti ukm dikampus yaitu IBC (Ikopin Badminton Club).
Aku anak ketiga dari tiga bersaudara dan satu-satunya perempuan di keluarga kami. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana tetapi alhamdulillah aku bisa merasakan rasanya keluarga cemara yg penuh dengan keselarasan dan kebahagiaan. Dari kecil sampai sekarang aku di treet amat sangat baik, selalu dimanja, selalu dibeliin apa yg aku mau mungkin karna aku anak terakhir terus cewe juga, tetapi didikan orangtua aku sangat baik selalu mengajarkan hal hal baik. Kakak-kakakku, yang merupakan laki-laki, sudah menikah. Awalnya, aku merasa kurang dekat dengan mereka karena seringkali merasa canggung, terutama karena mereka cowok. Terkadang hubungan antara kakak laki-laki dan adik perempuan seringkali seperti itu. Mereka mungkin tidak selalu menunjukkan kasih sayang secara terang-terangan seperti teman atau pasangan, tetapi lebih memilih cara yang lebih 'cowok'. Mungkin karena mereka merasa gengsi atau tidak terbiasa untuk mengekspresikan emosi secara terbuka. Namun, di balik sikapnya yang terkesan cuek, sebenarnya ia sangat peduli dan sayang sama aku. Awalnya, aku sangat khawatir saat kakakku memutuskan untuk menikah. Aku takut perhatiannya akan terbagi dan aku akan merasa ditinggalkan. Namun, ternyata kekhawatiranku tidak terjadi. Justru setelah menikah, hubungan kami menjadi jauh lebih dekat dari sebelumnya. Aku tidak pernah menyangka bahwa pernikahan kakakku akan membawa dampak yang begitu positif bagi hubungan kami.
Aku memiliki kepribadian yg perasa, selalu merasa bahwa mental aku sangat lemah. Terkadang tidak memiliki mampuan untuk berdiri sendiri dan ketergantungan pada orang lain membuatku merasa kecil. Tapi aku sadar bahwa akar dari kelemahan ini mungkin berasal dari pengalaman dimasalalu. Dulu, aku sering menjadi sasaran bully di lingkungan pertemanan. Pengalaman itu yang menjadikan trauma mendalam hingga saat ini. Akibatnya, aku menjadi pribadi yang sangat sensitif, mudah tersinggung, dan selalu merasa takut akan penolakan. Setiap kali dihadapkan pada situasi yang baru atau menantang, kecemasan selalu menyergapku. Tetapi aku selalu berharap suatu saat nanti dapat mengatasi trauma dan menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri. Mungkin aku tidak memiliki keberuntungan dilingkup pertemanan hingga saat ini, tapi alhamdulillah keberuntungaku ada dikeluarga aku sendiri, MasyaAllah aku sangat beruntung terlahir dari keluarga ini.
Komentar
Posting Komentar